Menderita Untuk Cantik


Oleh : Yulyani Dewi




Laki-laki adalah sosok yang ikut andil dan berkontribusi, dalam terciptanya standarisasi citra wanita.
Wanita sendiri berjuang kadang kala untuk memenuhi standar presepsi kaum Adam. Mereka menganalogikan kecantikan dalam batas sempit pemikiran bahwa cantik itu ukurannya ada di wajah dan tubuh.

Wanita berlomba-lomba untuk meningkatkan potensi dirinya demi meraih predikat cantik dan menarik, semua dilakukan untuk memuaskan pandangan baik laki-laki maupun perempuan dalam hal ini.
“Siapa sih yang tidak mau cantik?”.

CANTIK JADI RIBET DAN NGERI 

RIBETNYA CANTIK!


Sekarang banyak alat make up, yang bisa menunjang kecantikan, dengan berbagai bentuk dan merk, tinggal melihat seberapa “kocek” yang kita punya. Dan seberapa banyak waktu yang tersedia untuk kita mematut diri di kaca, atau ke Salon. Wajah bulat bisa di sulap lonjong, wajah segitiga bisa di sulap oval, dan sebagainya semua lewat teknik make up. Kalau mau murah meriah ya harus bisa make up sendiri (kursus aja dong). Pengen tubuh kelihatan seksi atau lebih langsing, caranya dengan menjepitnya pakai korset, stagen, atau kemben yang sangat menyiksa. Dulu setelah melahirkan, hal itu pulalah yang saya lakukan, di tambah berbagai macam ramuan Jawa lainnya baik yang di buat “tapel” di “bobokkan” atau di minum, duh, pegelnya punggung menahan korset, stagen, dan kemben, dada sesak, ulu hati sakit, dan punggung mau rontok rasanya hehe. Susahnya jadi cantik dan langsing kembali. Jadi, cantik sama dengan ribet hehe

NGERINYA CANTIK!

KHASIAT MADU

Oleh : Arief Budi Setyawan
Dalam madu terdapat obat yang menyembuhkan manusia. Petunjuk ilmiah ini sebenarnya telah 15 abad yang lalu Allah SWT kisahkan dalam Al-Quran, surat An Nahl ayat 68-69.
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah; “ buatlah sarang-sarang di bukit-bukit dan ditempat-tempat yang dibuat manusia, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)”. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda bagi orang yang memikirkan” 

Madu mengandung glukosa (dekstrosa) dan fruktosa (levulosa) dalam jumlah yang tinggi. Menurut Winarno (1982), kadar dekstrosa dan levulosa yang tinggi mudah diserap oleh usus bersama zat-zat organic lain, sehingga dapat

 

Blog Template by YummyLolly.com